Sri Marjuni Mengadu Ke Polda NTB, Fasilitas Lahannya Dirusak Diancam Pula

Kategori Berita

Iklan

Sri Marjuni Mengadu Ke Polda NTB, Fasilitas Lahannya Dirusak Diancam Pula

radarntb.net
Senin, 10 Januari 2022

Sri Marjuni Mengadu Ke Polda NTB, Fasilitas Lahannya Dirusak Diancam Pula

MATARAM (RadarNTB) – Sri Marjuni Gaeta (46) terpaksa mengadu ke Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) lantaran perkembangan kasus pengrusakan fasilitas lahan miliknya seluas 13 hektar belum juga tuntas ditangani Polres Sumbawa, bahkan pelakunya masih berkeliaran, selain fasilitas lahannya dirusak, dia Diancam Pula oleh oknum tersebut.


Ancaman yang dilontarkan pelaku cukup membuatnya takut dan terauma, lantaran ancaman yang diterima Sri berupa pembunuhan.


Meskipun wanita asal Pulau Sumbawa itu  sudah melaporkan pengrusakan aset miliknya ke Polres Sumbawa, namun hingga kini dia terus mendapatkan perlakukan tidak baik dari pelaku, fasilitas lahannya dirusak, diancam pula oleh oknum tersebut.


Didampingi lawyer-nya Nurdin Dino, SH,MH Law Office Sasambo, Sri Marjuni yang akrab disapa Putri mengatakan, peristiwa yang menimpa dirinya itu, sudah dilaporkan ke Polres Sumbawa namun masih saja mendapat perlakuan serupa, untuk itu Sri Marjuni Mengadu Ke Polda NTB.


“Tahun 2014 sudah dilaporkan terkait pengerusakan pagar tanah milik saya, tapi tidak ada perkembangan dan dirusak lagi. Terakhir tanggal 26 Oktober 2021 saya laporkan lagi setelah terjadi pengerusakan kembali, tapi laporan saya seperti dijadikan ganjalan meja,” ungkapnya.


Putri menegaskan, pihaknya melaporkan kasus pengerusakan terhadap aset miliknya di lahan SHM 1180 Samota Kelurahan Brang Biji itu, karena dirinya sebagai warga negara yang baik dan taat hukum.


“Saya lapor polisi karena saya warga negara yang taat hukum, tidak ingin ada pertumpahan darah dengan kasus ini, karena walau bagaimana pun saya juga punya keluarga besar. Tapi anehnya, terkesan yang merusak aset saya seakan kebal hukum,” tandasnya.


Saat terjadinya pengerusakan aset miliknya terakhir pada November 2021, tutur Putri, oknum pengerusakan mengatakan bahwa mereka disuruh oleh seseorang. Dimana orang yang menyuruh tersebut merupakan tokoh bahkan mantan pejabat publik.


“Mereka bilang disuruh atau diperintahkan sama Ali BD. (mantan Bupati Lombok Timur, red). Kalau tidak benar, kan kasihan nama beliau dibawa-bawa untuk hal-hal yang tidak baik seperti ini. Jadi saya audensi ini ingin minta keadilan sebagai warga negara yang dizalimi,” ucap Putri.


Sementara kuasa hukum dari Law Office Sasambo Nurdin, S.H., M.H., membenarkan bahwa pihaknya telah melayangkan surat permintaan dan atau permohonan audensi dengan Kapolda NTB.


“Kami sudah mengirim surat permintaan audensi dengan Pak Kapolda NTB, dengan tembusan Irwasda, Kabid Propam, dan Kabid Humas Polda NTB. Bahkan kami tembusi juga ke Kapolri,” ujarnya.


Nurdin yang akrab disapa Dino itu menjelaskan, kliennya memiliki alas hak kepemilikan yang kuat yakni sertifikat yang diterbitkan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Hal itu, kata Dino, kalau melihat alasan pengerusakan atas aset milik kliennya, yakni kelompok pengerusak dibekali SHM yang mereka klaim berada di lokasi tersebut.


“Alas hak klien saya kuat, sertifikat itu diterbitkan syaratnya tidak main-main, ada bukti jual beli dan lain-lain. Bahkan ada oknum yang mengatakan bahwa lahan klien saya masuk wanprestasi atau gagal bayar. Saya bilang tunjukkan buktinya kalau itu wanprestasi,” tegas Dino.


Bagi Dino, kepemilikan sertifikat kliennya sah dan dibayar secara cash dan carry tanpa ada tunggakan kepada siapapun.


Di Polda NTB Sri Marjuni diterima Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda NTB Kombes Pol Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra.


"karena ibu Sri Marjuni adalah salah satu Investor dan yang akan mendatangkan ivestor untuk NTB, maka kasus ini menjadi ranah kami juga" kata Dirkrimsus Polda NTB yang akrab disapa Ekawana ini.


Diapun bertekad akan membackup segala permasalahan yang akan dan sudah dialami ibu Sri Marjuni.